REVOLUSI ILMU PENGETAHUAN
Revolusi ilmu pengetahuan adalah sebuah perubahan cara berpikir secara ilmiah yang dilakukan oleh para intelektual bangsa barat. Bangkitnya cara berpikir ini ditandai dari perubahan yang sebelumnya terbelenggu akibat kebijakan-kebijakan gereja dan berubah menjadi pemikiran yang arahnya rasional. Era baru di Eropa dimulai sejak masuknya masa Renaissance. Pada masa renaissance ini mulai muncul banyaknya tokoh-tokoh yang melakukan pembaharuan seperti Leonardo da Vinci yang membuat sebuah karya lukisnya yang sangat terkenal yaitu lukisan Mona Lisa dan yang laninnya yaitu Galileo Galilei seorang bapak astronom yang mendukung pernyataan Copernicus bahwa bumi mengelilingi matahari dan matahari sebagai sistem tata surya. Dalam revolusi ilmu pengetahuan, cara perpikir mulai berubah dari cara berpikir ontologi menjadi mekanistis. Secara ontologi ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia dan terbatas pada hal yang sesuai dengan akal manusia.
Pada cara bepikir ontologis mempertanyakan tentang bagaimana, apa, dan untuk apa. Nah salah satu tokoh aliran ontologis itu sendiri yaitu plato. Plato menganut aliran idealisme. Menurut kelompok idealisme berkayakinan, bahwa apa yang tampak dalam alam realitas bukanlah merupakan sesuatu yang riil, tetapi lebih merupakan bayangan atas apa yang bersemayam dalam alam pikiran manusia. Sedangkan cara berpikir mekanistis digunakan manusia antara lain terhadap alam. Kaum mekanistik melihat gejala alam, termasuk makhluk hidup, hanya sebatas gejala fisika. Gejala alam seperti hujan, angin, petir, dan lain-lain bisa didekati dari segi proses kimia-fisika. Salah satu tokoh mekanistis yaitu Isaac Newton. Isaac Newton merumuskan sistem berpikir yang dipandang sebagai bentuk akhir filsafat mekanis. tokoh pada masa revolusi ilmu pengetahuan yaitu Thomas Khun. Thomas Khun berpendapat bahwa ilmu pengetahuan berkembang secara revolusioner dari paradigma ke paradigma lain. Dalam bukunya yang berjudul The Structure of Scientific Revolution menjelaskan tentang tahapan-tahapan revolusi saintifik. Khun membagi paradigma menjadi beberapa tahapan. Paradigma juga dianggap sebagai rule of game yang menentukan posisi seorang ilmuwan. Paradigmalah yang berperan menentukan persoalan yang dianggap relevan dan penting untuk di teliti. Pada fase pertama yaitu fase pra- paradigma.
Pada periode ini muncul berbagai macam aliran pemikiran dan saling bersaing mengenai masalah dasar dispilin ilmu serta kriteria apa yang harus digunakan dalam mengevaluasi teori-teori. membahas tentang pemikiran paradigmanya Khun di sini saya akan menjelaskan sedikit apa itu paradigma. Mudahnya paradigma adalah suatu kerangka teoritis, cara memandang, memahami alam yang telah digunakan oleh sekelompok ilmuwan sebagai pandangan dunia. Balik lagi dari kelanjutan paradigma Khun, saya akan menjelaskan fase paradigma selanjutnya yaitu paradigma I yang dimulai dari normal science, nah normal science ini terjadi ketika paradigma ini bisa diterima oleh semuanya sehingga dijadikan indikator utama. Dalam perkembangannya paradigma tadi tidak dapat memberi jawaban dan penjelasan atas banyaknya persoalan yang timbul sehingga para ilmuwan tidak mampu lagi keluar dari kondisi tersebut, keadaan ini disebut dengan fase anomali. Anomali-anomali ini apabila semakin menumpuk dan kualitasnya semakin meninggi maka akan menimbulkan krisis. Pada fase krisis ini, paradigma mulai diragukan kebenarannya. Krisis tersebut terjadi dengan hebatnya, kemudian mengantarkan jalan untuk menuju fase revolusi (revolution). Pada fase revolusi inilah kemudian muncul paradigm IIl yang memiliki jawaban atas persoalan yang muncul. Ilmu pengetahuan pernah mengalami masa pra ilmiah, pada saat ini bermunculan pandangan-pandangan mitosentris, misalnya bangsa Yunani atau bangsa lain di dunia meyakini semua fenomena alam yang terjadi dipengaruhi oleh para dewa.
Fenomena alam, seperti gerhana dipersonifikasikan pada kegiatan dewa yang sedang tertidur. Lewat berkembangnya pemikiran filsafat Yunani muncul penemuan ilmiah bahwa gerhana merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh matahari, bulan dan bumi berada pada garis yang sejajar dan berakibat bayangan menimpa sebagian permukaan bumi. Kemudian oleh Aristoteles dikemukakan istilah fısikanya yaitu geosentris.
Gagasan Copernicus menggantikan teori geosentris. Perubahan teori geosentris ke heliosentris yang dikenal sebagai revolusi Copernican yang menyatakan bahwa bumi dan planet-planet mengelilingi matahari. Sehingga, mataharilah yang menjadi pusat sisten tata surya. Perkembangan selanjutnya teori heliosentris akhirnya diperkuat oleh Newton sekaligus memperkuat ahli astronomi yang pro heliosentris. Akhirnya, teori Copernicus ini menjadi paradigma baru atau hasil pergeseran paradigma dari paradigma lama ke paradigma baru. Sehingga, sebagai paradigma terbaru, revolusi yang dilakukan Copernicus ini merubah dan mengganti pandangan dunia dari geosentris ke heliosentris. Ini adalah sebuah fenomena yang menggambarkan siklus ilmiah yang dikenal dengan ilmu pengetahuan. Sumbangan Galileo terhadap perkembangan ilmu pengetahuan sudah sangat diakui oleh para ilmuwan. Beberapa penemuan-penemuan ilmiahnya, seperti hukum inersia, penemuan teleskop, berbagai pengamatan di bidang astronomi, dan pembuktian hipotesis Copernicus, menjadikan Galileo sebagai salah satu ilmuwan yang sangat berpengaruh pada perkembangan ilmu pengetahuan modern saat ini. Namun, sumbangan terbesar Galileo adalah peranannya dalam mengembangkan metodologi ilmu pengetahuan.
Galileo dapat dikatakan sebagai tokoh yang sangat berjasa dalam munculnya sikap empiris ketika melakukan penelitian ilmiah. Menurutnya penelitian harus dilakukan atas dasar pengalaman dengan melakukan berbagai percobaan langsung. Galileo menolak metode-metode penelitian yang berdasar pada otoritas gereja ataupun penilaian filsuf-filsuf sebelumnya ketika memecahkan berbagai persoalan ilmiah. Ia juga sangat menolak kesimpulan yang tidak didasarkan pada fondasi eksperimen yang sesuai proses ilmiah. Cara pandang Galileo terhadap keilmuan yang ilmiah tidak berdasar pada hal yang mistis, atau tidak masuk akal.
Temuan Galileo yang paling terkenal adalah di bidang astronomi, terutama dalam memecahkan hipotesis Copernicus. Teori astronomi ketika awal abad ke-16 sedang bergejolak, setelah pengikut teori Heliosentris Copernicus menentang teori Geosentris yang sudah ada sebelumnya. Tahun 1604, Copernicus mengumumkan kebenaran dari teorinya, tetapi ia tidak punya bukti ilmiah untuk menguatkan hipotesisnya itu. Galileo kemudian membuat sebuah teleskop untuk melakukan berbagai pengamatan langit, termasuk membuktikan teori Copernicus.
Komentar
Posting Komentar