REVOLUSI FILSAFAT EROPA

 Revolusi Filsafat dimulai abad ke 18 di Eropa. Revolusi ini berasal dari adanya renaissance dan humanisme, yaitu usaha untuk menghidupkan kembali kebudayaan klasik (Yunani-Romawi). Filsafat pada waktu itu mulai mengubah pemikiran dari bersifat keilahian menjadi rasional.

Revolusi Romantik atau Romantisisme adalah sebuah gerakan seni, sastra dan intelektual yang berasal dari Eropa abad ke-18. Istilah romantisisme ini pertama kali dikenalkan oleh dua bersaudara yaitu August dan Friedrich Schlegel.  Gerakan ini sebagian merupakan revolusi melawan norma-norma kebangsawanan, sosial dan politik dari periode Pencerahan dan reaksi terhadap rasionalisasi terhadap alam, dalam seni dan sastra. Gerakan ini menekankan emosi yang kuat sebagai sumber dari pengalaman estetika, memberikan tekanan baru terhadap emosi-emosi seperti rasa takut, ngeri, dan takjub yang dialami ketika seseorang menghadapi kekuatan dari alam. Gerakan ini mengangkat seni rakyat, alam dan kebiasaan, serta menganjurkan epistemologi yang didasarkan pada alam, termasuk aktivitas manusia yang dikondisikan oleh alam dalam bentuk bahasa, kebiasaan dan tradisi. Ia dipengaruhi oleh gagasan-gagasan Pencerahan dan mengagungkan medievalisme serta unsur-unsur seni dan narasi yang dianggap berasal dari periode Pertengahan. Nama "romantik" sendiri berasal dari istilah "romans" yaitu narasi heroik prosa atau puitis yang berasal dari sastra Abad Pertengahan dan Romantik.

Romantisisme ini juga dipengaruhi adanya revolusi industri dan revolusi Prancis yang mulai meninggalkan kealamian dan merusak lingkungan. Banyak seniman yang menentang praktik industrialisasi yang memberikan dampak negatif kepada lingkungan. Para seniman kemudian menuangkan pandangannya tersebut dalam bentuk puisi, lukisan, musik, dan lainnya. Hampir seluruh wilayah Eropa mengalami perubahan akibat adanya semangat romantisisme ini. Namun yang terbesar terjadi di Prancis, Jerman, dan Inggris.

John Locke merupakan seorang filsuf berasal dari Inggris yang menjadi salah satu penggagas penting dari pendekatan Empirisme. Empirisme adalah sebuah aliran yang memaparkan bahwa segala pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Kata empirisme berasal dari bahasa yunani emperia yang berarti pengalaman. Jadi empirisme merupakan sebuah paham yang menganggap bahwa pengalaman adalah sumber pengetahuan. Empirisme juga berarti sebuah paham yang menganggap bahwa pengalaman manusia didapat dari  pengalaman-pengalaman yang nyata dan faktual.

John Locke untuk pertama kali menerapkan metode empiris kepada persoalan-persoalan tentang  pengenalan atau pengetahuan. Baginya yang penting bukan memberi pandangan metafisis tentang tabiat roh dan benda, melainkan menguraikan cara manusia mengenal. Oleh karena itu ia adalah pemberi alas ajaran empiristis tentang idea-idea dan kritik pengenalan.

John Locke berusaha menggabungkan teori-teori empirisme seperti yang diajarkan Bacon dan Hobbes dengan ajaran rasionalisme Descartes. Usaha ini untuk memperkuat ajaran empirismenya. Ia menentang teori rasionalisme mengenai idea-idea dan asas-asas pertama yang dipandang sebagai  bawaan manusia. Menurut dia, segala pengetahuan datang dari pengalaman dan tidak lebih dari itu. Peran akal adalah pasif pada waktu pengetahuan didapatkan. Oleh karena itu akal tidak melahirkan pengetahuan dari dirinya sendiri.

Samuel Taylor Coleridge (1772-1854) la adalah seorang penyair, kritikus, dan ahli filsafat berkebangsaan Inggris. Salah satu karyanya yang terkenal ialah "The Rime of the Ancient Mariner" Sajak ini dianggap sajak yang unik dalam sejarah penulisan balada. Keunikannya terletak pada peristiwa- peristiwa yang aneh pada alur ceritanya, hal yang bersifat magis dari dunia supernatural dan gaya hidup yang kuno.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Bojonggede, Dari era VOC, Kolonial dan Masa Kini.

REVOLUSI ILMU PENGETAHUAN

“NGEUYEUK SEUREUH” : UPACARA PRA-NIKAH DI MASYARAKAT SUNDA.